Renungan suci memperingati
48 tahun pemberontakan G 30 S PKI, berlangsung di Monumen Pancasila Sakti,
Lubang Buaya, Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin malam (30/9/13). Acara ini
cukup khusuk lantaran diisi pengajian
dan tahlilan.
Menurut Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat,
Letjend TNI M Munir, bangsa Indonesia harus tetap mewaspai bangkitnya komunisme
dalam berbagai bentuk. Hal ini harus ditanamkan dalam setiap sanubari bangsa
Indonesia, karena pada dasarnya komunisme tidak akan pernah mati.
“Pemberontakan PKI terhadap pemerintah yang sah untuk
mengganti dengan ideologi komunis,” kata Wakasad.
Acara ini, menurutnya, menjadi momentum penyadaran upaya
untuk meredam kembali, dan membangkitkan paham bahwa komunis harus diwaspadai.
“Bahkan, metamorfosa masyarakat dengan kebebasan, hukum dan HAM, bahkan
meninjau kembali UUD,” kata Wakasad.
Lebih lanjut Wakasad menegaskan, paham komunis memiliki
bahaya laten dan sebagai musuh bersama yang harus kita lawan. Untuk itu, perlu
membentengi diri dari ideologi komunis yang bisa merusak sendi-sendi kehidupan
beragama bagi bangsa Indonesia.
“Kesetiaan menjalankan Pancasila sebagai pedoman hidup
bangsa Indonesia ini harus menjadikan kita sebagai bangsa Indonesia yang terlindungi
dari segala tipu muslihat komunis,” kata Wakasad, mengingatkan.
“Malam ini, kita merenungi dan mendoakan para Pahlawan
Revolusi yang gugur agar diberikan ketenangan di alam barzah. Dan pada tanggal
1 Oktober, kita upacara bersama Presiden RI,” ujarnya.
Sementara itu, Putra (alm) MT Haryono, Rianto Nurhadi
mengucapkan terima kasih kepada Kodam Jaya/ Jayakarta yang melaksanakan
doa dan tahlilan dalam memperingati hari Pahlawan Revolusi di Lubang Buaya .
“Saya selalu ingat sewaktu usia 9 tahun, dan waktu
itu kejadiannya ketika kami terlelap tidur. Pada tanggal 1 Oktober menghadapi
penculik, mereka membunuh ayah dengan secara keji. Kejadian tersebut membuat
seluruh keluarga korban hancur akibat G 30 S PKI tersebut. Kami kehilangan sang
ayah dan bangsa Indonesia juga kehilangan para tokoh pejuang bangsa, karena
gugur di tangan para komunis yang ingin menggantikan Ideologi bangsa kita,
yakni Pancasila,” kata Rianto.
Dalam kegiatan renungan memperingati G 30 S PKI ini
dihadiri Pangdam Jaya Mayjen TNI E Hudawi Lubis, Walikota Jakarta Timur HR
Krisdianto, dan keluarga besar almarhum Jenderal TNI Ahmad Yani.





