Pemuda merupakan generasi yang akan mewarisi kepemimpinan
bangsa ini. Masa depan bangsa ini sudah pasti ditentukan oleh para pemudanya.
Jika pemuda Indonesia sudah banyak yang kehilangan nasionalismenya, tentunya
bangsa ini berangsur-angsur akan mengalami kemunduran. Dan jelas ini merupakan
sebuah kerugian besar bagi negara Indonesia.
Pemuda Indonesia angkatan 1928 telah menorehkan sejarah
dengan tinta emas untuk negeri ini. Kala itu mereka bersumpah untuk
bersama-sama memperjuangkan Indonesia agar menjadi sebuah negara yang merdeka
seutuhnya. Memang kala itu, apa yang di lakukan para pemuda tidak mendapatkan
respons baik dari golongan tua pergerakan kemerdekaan Indonesia. Namun justru
karena itulah para pemuda semakin antusias untuk mewujudkan cita-citanya yaitu
untuk bertumpah darah
satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu, Indonesia.
Kalau mau kita telaah lebih dalam, adanya sumpah pemuda
pada waktu itu adalah karena adanya cita-cita untuk bersatu dengan mendirikan
sebuah negara yang mandiri dan berdaulat. Namun sekarang ini eranya sudah
berbeda. Cita-cita para pemuda harusnya juga berbeda karena saat inipun bangsa
ini sudah merdeka. Hal yang pernah disumpahkan oleh para pemuda Indonesia kala
itu saat inipun sudah menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing warga
Indonesia.
Ancaman yang dihadapi bangsa ini sudah berubah. Lebih
berbahaya lagi adalah hal yang mengancam bangsa ini tidak disadari sebagian
warga negara ini dan jauh lebih berbahaya. Maka untuk menjaga harkat dan
martabat bangsa Indonesia kita harus melakukan sumpah kembali. Mungkin bisa
dengan melakukan sumpah pemuda ke dua, atau bisa juga berkomitmen dalam diri
sendiri dengan setulus hati.
“Kami Putra Putri Indonesia Bersumpah,
Berideologi Satu Ideologi Pancasila”
Ancaman-amcaman dari luar yang ingin menggeser posisi
pancasila sebagai ideologi bangsa tentunya patut kita waspadai. Adanya trauma
terhadap pancasila pasca orde baru oleh masyarakat kita tentunya patut di
sayangkan. Hal yang harusnya menjadi sebuah pandangan hidup dan pribadi bangsa
justru semakin hari semakin ditinggalkan oleh masyarakatnya. Maka dari itu
dirasa perlu kita untuk bersumpah untuk berideologi
satu, ideologi pancasila.
“Kami Putra Putri Indonesia Bersumpah, Untuk
Menjaga Kearifan Lokal Indonesia”
Local Wisdom bukan
berarti sebuah keterbelakangan. Justru hal tersebut adalah sebuah kekayaan yang
telah diwariskan oleh pendahulu kita. Bangsa ini mempunyai banyak sekali hal
yang patut dilestarikan dan di jaga. Karena memang jika kearifan lokal bangsa
ini tidak di jaga, maka akan tergerus oleh moderinsasi yang saat ini sedang
gencar menyerang generasi bangsa.
Sayangnya, saat ini banyak dari kita yang menganggap
bahwa kearifan lokal itu penting, namun sedikit dari kita yang bersedia turut
serta dalam melestarikannya. Coba lihat indahnya alam Indonesia yang telah di
anugerahkan pada kita, banyaknya budaya yang ada di masyarakat kita, akan
menjadi sebuah kebanggaan jika kita mampu menjaganya dan memperkayanya.
“Kami Putra Putri Indonesia Bersumpah, Turut
Serta Mencapai Tujuan Bangsa Indonesia”
Banyak yang bingung ketika ada orang bertanya tentang
tujuan negara Indonesia. Padahal jika orang hidup tanpa tujuan akan tersesat
kemudian. Begitu pula dengan bangsa ni. Tujuan bangsa ini sudah jelas tercantum
dalam pembukaan UUD 1945 yaitu “melindungi
segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan
ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan
sosial”





