51 Tahun Kembalinya Papua Ke NKRI

KRI IRIAN simbol kejayaan TNI AL
Jakarta - Pada tanggal 4 Mei 1963, tepat tiga hari setelah kembalinya Irian Barat ke pangkuan NKRI, Presiden Soekarno berpidato di depan ribuan masyarakat Irian Barat di Kota Baru, Jayapura, dan menyerukan “..Irian Barat sejak 17 Agustus 1945 sudah masuk dalam wilayah Republik Indonesia. Orang kadang-kadang berkata, memasukkan Irian Barat ke dalam wilayah Ibu Pertiwi. Salah!. Tidak!. Irian Barat sejak daripada dulu sudah masuk ke dalam wilayah Republik Indonesia..”. 

Pidato itu menegaskan bahwa Irian Barat (Irian Jaya/Papua) adalah bagian integral Indonesia yang tidak dapat diganggu gugat. Sikap Belanda yang menunda penyerahan kembali Irian Barat merupakan bentuk agresi terhadap Indonesia sebagai negara berdaulat penuh dan pelanggaran hukum internasional.

Peristiwa bersejarah itu sendiri terjadi pada 1 Mei 1963 dimana secara resmi UNTEA (United Nations Temporary Executive Authority) menyerahkan kembali wilayah Irian Barat yang sebelumnya dikuasai oleh Belanda kepada pemerintah Indonesia. Saat itu pula bendera Merah Putih kembali dikibarkan di tanah Irian Barat secara gagah berani. 

Segera setelah itu dipersiapkan langkah berikutnya yakni Pemungutan Pendapat Rakyat (Pepera) guna memberikan kesempatan kepada masyarakat Irian Barat untuk memutuskan nasibnya sendiri. Penyerahan Irian Barat kembali ke pangkuan NKRI pada 1 Mei 1963 inilah yang kemudian kita peringati sebagai hari bersejarah bagi masyarakat Papua sekaligus seluruh bangsa Indonesia.

Pepera Wujud Kehendak Rakyat
Peristiwa bersejarah 1 Mei 1963 kembalinya Papua ke pangkuan Ibu Pertiwi (Indonesia)
Upaya Indonesia untuk merebut kembali Irian Barat bukanlah perjuangan mudah. Namun, telah menjadi komitmen seluruh elemen bangsa untuk membela kedaulatannya dengan segala cara dan resikonya. Selain diplomasi politik melalui meja perundingan, pemerintah Indonesia telah menyiapkan seluruh potensi rakyat dan Angkatan Perang melalui komando Trikora 19 Desember 1961 guna merebut kembali Irian Barat. Panjangnya integrasi kembali Irian Barat ini tidak lepas dari sikap licik Belanda untuk menguasai Irian Barat. 

Perundingan politik Konferensi Meja Bundar (KMB) pada Agustus 1949 Belanda mengakui kedaulatan Indonesia atas seluruh bekas wilayah jajahan Belanda, namun Irian Barat menjadi pengecualiannya. Belanda menyatakan bahwa peralihan Irian Barat akan dilangsungkan 2 tahun kemudian setelah KMB, yang kemudian hari kembali diingkari oleh Belanda. Bahkan, Belanda kembali melancarkan strategi devide et empera dengan mendirikan Dewan Nasional Papua dan menjadikannya sebagai negara boneka untuk melawan bangsanya sendiri. Langkah ini telah memicu seluruh kemarahan rakyat Indonesia dan membawa permasalahan Papua pada babak diambang konfrontasi militer tahun 1961.

Sumber : http://news.detik.com/read/2014/04/28/101354/2567078/103/51-tahun-kembalinya-papua-ke-nkri
Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
close
Banner iklan disini